Berita

Camat Purwokerto Barat Tekankan Tiga Poin Penting Deteksi ATHG dalam Rapat Koordinasi FKDM

Dipublikasikan pada: Jumat, 28 Agustus 2026 | Dibaca: 65 kali

Camat Purwokerto Barat Tekankan Tiga Poin Penting Deteksi ATHG dalam Rapat Koordinasi FKDM

PURWOKERTO BARAT — Pemerintah Kecamatan Purwokerto Barat menggelar Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pada Jumat (28/8/2026) siang. Bertempat di Aula Kecamatan Purwokerto Barat, kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam (Danramil 025 dan Kapolsek Purwokerto Barat), lurah se-Kecamatan, anggota FKDM tingkat kecamatan dan kelurahan, Penyuluh Pertanian, serta Koordinator Pendamping Keluarga Harapan (PKH).

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Camat Purwokerto Barat, Bapak Arif Ependi, A.P., M.Si., dengan agenda utama memperkuat sinergi FKDM dalam mendeteksi dan mencegah potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di wilayah Purwokerto Barat.

Dalam pengarahannya, Camat menyampaikan apresiasi atas dedikasi para anggota FKDM yang terus aktif menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selain itu, beliau memberikan 3 (tiga) arahan poin penting yang wajib dipahami dan ditindaklanjuti oleh para anggota FKDM di masing-masing kelurahan:

  • Penjelasan Ketepatan Bantuan Sosial dan Pembagian Desil

Anggota FKDM diharapkan mampu memberikan pemahaman yang jelas dan meyakinkan kepada masyarakat mengenai layak atau tidaknya warga Purwokerto Barat menerima Bantuan Sosial (Bansos). Penjelasan teknis mengenai tingkatan desil penerima bansos disampaikan lebih mendalam oleh Koordinator Pendamping PKH yang turut hadir dalam acara tersebut.

  • Bahaya Judi Online (Judol) dan Evaluasi Kelayakan Bansos

Camat menyoroti bahaya maraknya judi online yang kian meresahkan. Dalam kesempatan tersebut, sempat dipaparkan data keterlibatan judi online per kelurahan. Camat menegaskan bahwa penerima Bansos yang terbukti terlibat judi online dapat dicabut status kelayakannya dari daftar penerima bantuan.

  • Kewaspadaan Potensi Konflik Air akibat Musim Kemarau

Hingga saat ini hujan belum kunjung turun, yang mengakibatkan terjadinya penurunan pasokan air dan berpotensi memicu gesekan antarwarga akibat perebutan air, terutama untuk sektor pertanian dan kolam perikanan. Camat mengingatkan bahwa penggunaan air telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) dan akan ada sanksi tegas bagi pihak yang memanfaatkan air tidak sesuai fungsi dan pembagiannya. Oleh karena itu, anggota FKDM diminta sigap mendeteksi dini serta meredam potensi keributan terkait air di wilayahnya masing-masing.

Melalui rakor ini, diharapkan seluruh elemen FKDM dapat terus bersinergi dengan pihak kelurahan, TNI, Polri, serta pendamping lapangan dalam menciptakan suasana yang aman, kondusif, dan tertib di seluruh wilayah Kecamatan Purwokerto Barat. (rk) 

 

Tag terkait:

fkdm
Aksesibilitas